16/12/16

Penyebab Nyeri Haid Dari Penyakit Tertentu


Terima kasih untuk kunjungannya di website www.abeherba.com yg masih tetap peduli pada kesehatan wanita indonesia. Setelah berhasil melakukan pengiriman ke Semarang, Tasikmalaya, dan Surabaya kami sempatkan membuat artikel Lanjutan dari artikel Hormon Prostaglandin Berlebihan Menyebabkan Nyeri Haid. Kesempatan ini kita bahas Penyakit Tertentu Yg Bisa Menyebabkan Nyeri Saat Haid. Rekomendasi Dokter bisa menjadi rujukan jika diketemukan penyakit pada organ reproduksi wanita seperti miom, kista,keputihan patologis dan lain sebagainya. LadyFem salah satu produk Herbal Rekomendasi Boyke Dian Nugraha, memiliki izin edar BPOM RI.

Penyakit Tertentu

Dismenore primer adalah rasa nyeri yang umum dialami wanita terutama sekitar masa awal menstruasi. Sedangkan dismenore sekunder disebabkan oleh kondisi atau gangguan pada sistem reproduksi wanita. Nyeri akibat dismenore sekunder biasanya terjadi lebih awal daripada nyeri menstruasi biasa dan berlangsung lebih lama.

Gangguan yang menyebabkan dismenore sekunder dapat berupa:

Endometriosis: terjadi ketika sel-sel yang menyelubungi rahim mulai tumbuh di luar rahim, seperti ovarium atau tuba falopi. Sel ini menyebabkan rasa sakit yang hebat ketika meluruh.

Radang panggul: infeksi yang bisa mengakibatkan inflamasi pada rahim, ovarium, dan tuba falopi.
Adenomiosis: jaringan lapisan paling dalam rahim mulai tumbuh ke dalam dinding otot rahim sehingga menimbulkan nyeri saat haid.

Fibroid: tumor yang tidak bersifat kanker di dalam rahim.

Intrauterine device (IUD): kontrasepsi yang ditempatkan dalam rahim ini terkadang dapat menyebabkan nyeri haid, terutama di masa awal pemasangan.

Stenosis leher rahim: pembukaan pada leher rahim beberapa wanita sangat kecil sehingga membatasi aliran darah untuk keluar saat haid. Kondisi ini menyebabkan tekanan pada rahim yang mengakibatkan nyeri.

Selain nyeri haid, dismenore sekunder umumnya disertai gejala lain seperti menstruasi yang tidak teratur, keputihan yang kental dan berbau, pendarahan di antara masa menstruasi, serta nyeri saat melakukan hubungan seksual.

Lebih Berisiko Ini

Sebagian wanita lebih berisiko merasakan nyeri haid karena mengalami beberapa hal berikut:Volume haid lebih banyak.Mengalami menstruasi pertama sebelum usia 11.Mengalami obesitas atau kelebihan berat badan.Belum pernah hamil.Mengonsumsi alkohol atau merokok.Selain mengonsumsi obat-obatan pereda rasa sakit, umumnya nyeri haid dapat diredakan secara mandiri dengan pijat, mandi air hangat, berbaring dengan kaki diangkat, atau menempelkan koyo pada bagian yang sakit.
Namun nyeri haid perlu segera diperiksakan ke dokter terutama jika: terjadi pendarahan berlebihan, periode menstruasi lebih lama dari biasanya, disertai demam, nyeri timbul tiba-tiba dan terasa intens pada panggul.

Sementara itu, tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan mengonsumsi makanan karbohidrat kompleks seperti buah dan sayuran, olahraga teratur sehingga berat badan tetap normal, serta menghindari konsumsi minuman keras dan rokok.

Artikel Terkait

Agen Resmi ABE, SMS/WA: 082338111629. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Tiki, Gojek, juga melayani COD


EmoticonEmoticon