30/08/17

Tips Cukur Rambut Kemaluan Ala Kuno

Rambut kemaluan pria maupun wanita tumbuh sejak mereka selesai puber. Semakin bertambah umur bisa semakin lebat, apabila tidak rutin mencukurnya. Akan tetapi bagaimana jika terjadi luka saat mencukur rambut kemaluan? Terdengar konyol, tetapi banyak kasus seperti ini.

Rambut kemaluan yang lebat menjadi tempat yang enak bagi bakteri / kuman berkembang biak. Salah satu deteksinya adalah kita merasakan sering gatal-gatal . Situasi bertambah gatal ketika anda punya hobi jorok semisal buang air di sembarang tempat, tukar celana dalam dengan teman, kencing tanpa cebok dan prilaku jorok lainnya. 

Data Luka Lecet


Dalam sebuah penelitian Dermatology terdapat sebuah kesimpulan bahwa  luka lecet akibat cukur rambut kemaluan dialami oleh 25.6 persen orang yang mencukur rambut kemaluan. Jenis lecet yang dialami luka bakar dengan angka 61.2 persen dan ruam 12, 2 persen.

Dalam penelitian tersebut juga dipaparkan area yang paling sering cedera saat cukur rambut kemaluan. Pada laki-laki, luka lecet sering terjadi pada buah zakar yaitu 67.2 persen,  batang penis 34.8 persen, dan area pubis 28.9 persen.

Sedangkan pada wanita, cedera lecet paling sering pada area vagina dengan score 51.3 persen, paha dalam 44.9 persen. Itulah beberapa data ringan mengenai luka lecet akibat cukur rambut kemaluan.

Cara Cukur Rambut Kemaluan Yang Benar 


Yang perlu kita luruskan adalah tentang bagaiman cara mencukur rambut kemaluan yang benar? Tanpa perlu ditanyakan, cukur kemaluan harus dilakukan sendiri sehingga posisi cukurnya harus benar.  Cukur dengan posisi berdiri memicu cedera paling sering, sedangkan cara cukur dengan  berbaring meningkatkan resiko cidera dua kali lipat. 

Cara terbaik untuk mencukur rambut kemaluan adalah dengan cara duduk. Keuntungannya keseimbangan tubuh terjaga sehingga perubaha posisi secara tiba-tiba tidak terjadi. Selain itu mata kita menjadi lebih mudah menjangkau pandangan alat potong saat mencukur rambut kemaluan. 

Haruskah Mencukur Rambut Kemaluan?

Jawaban di atas adalah harus mana kala anda membutuhkan hubungan intim dengan pasangan. Rambut kemaluan cenderung menyimpan kelembaban yang membuat mikroorganisme mudah berkembang biak. Mikroorganisme yang berkembang overload mudah terjadi infeksi sehingga memicu keputihan patologis pada wanita dan pada pria menjadi perantara percepatan infeksi vagina.

Untuk itu rajinlah cukur rambut kemaluan dengan cara benar agar kualitas hubungan intim anda meningkat bertambah baik dari hari ke hari. Antiseptik pria dan tisu majakani dapat anda berdua gunakan untuk mengurangi   efek dari persebaran bakteri pada kelamin saat hubungan intim. 




Artikel Terkait

Agen Resmi ABE, SMS/WA: 082338111629. Melayani pengiriman via JNE, Pos, Tiki, Gojek, juga melayani COD


EmoticonEmoticon